Archive for April, 2005

| KENALI HIV/AIDS

Sunday, April 17th, 2005

Sekeping Langkah - Article, Tanggal
1 Desember setiap tahunnya diperingati sebagi hari HIV/AIDS.
Peringatan ini tidak hanya dilakukan di Indonesia tetapi juga seluruh
dunia. Peringaatan ini tidak hanya diperingati oleh pihak pemerintah
tapi juga para aktivis kesehatan, perempuan, dan berbagai LSM.

Tapi,
sampai saat ini HIV/AIDS hanya diperingati sebagai sebuah seremonial
tahunan belaka, belum kelihatan bukti konkrit dari kampanye HIV/AIDS
ini. Mereka yang menyuarakan pesan universal dengan kepedulian
terhadap penyakit ini hanya kelihatan pada 1 Desember saja. Padahal
penyakit ini sekarang menjadi pembunuh no 3 di dunia dan untuk itu
dibutuhkan kepedulian ekstra dari berbagai pihak untuk mencermati
HIV/AIDS.

Menyedihkan
memang, jika kita melihat perkembangan penyakit yang menyerang sistem
kekebalan tubuh manusia ini malah banyak yang menyerang orang-orang
yang berada dalam produktifitas tinggi yaitu yang berusia 15-24
tahun. Data pemerintah menyebutkan bahwa penderita HIV/AIDS
diperkirakan sekitar 150.000 jiwa dengan jumlah terbanyak pada usia
produktif.

Apakah
HIV/AIDS

HIV
(Human Immuno-deficiency Virus) tentu berbeda dengan AIDS (Acquired
Immune Deficiency Syndrome). HIV adalah Virus yang menyebabkan AIDS.
HIV - Human, karena virus ini hanya dapat menginfeksi
manusia; Immuno-deficiency, karena akibat dari virus
ini dapat mengakibatkan penurunkan daya tahan tubuh dalam sistem
kekebalan tubuh; Virus, karena organisme ini adalah
virus, yang mana sesuai karakteristiknya mampu berreproduksi dengan
bantuan dirinya sendiri. Reproduksi ini dilakukan dengan menggunakan
sel manusia sebagai medianya.

Sedangkan
dinamakan AIDS karena - Acquired, dikarenakan seseorang
dapat terkena penyakit ini melalui penularan dari yang lain yang
telah terjangkit; Immune, karena penyakit ini
mempengaruhi sistem kekebalan tubuh yang biasanya bekerja untuk
mematikan kuman seperti bakteri dan virus-virus; Deficiency,
karena penyakit ini menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh
sehingga system kekebalan tubuh tersebut tidak dapat bekerja
sebagaimana mestinya; Syndrome, karena seseorang dengan
penyakit AIDS adalah sebuah pengalaman yang sangat berbeda dari
berbagai penyakit lainnya

Rata-rata
waktu yang dibutuhkan HIV untuk menginfeksi dan memberikan tanda
bahwa seseorang telah mengidap AIDS adalah sekitar 8-10 tahun. Waktu
ini bervariasi antara seorang dengan yang lainnya tergantung dari
kesehatan dan kebiasaan hidup seseorang tersebut..

Gejala
HIV/AIDS tidak kasat mata, Namun, yang perlu diperhatikan adalah
apakah kita termasuk orang yang beresiko tinggi terhadap penularan
HIV/AIDS atau tidak. Ini bisa dilihat dengan lingkungan dimana anda
berada dan bergaul. Sehingga kita bisa prepare secara tepat
dan cepat dalam penanganannya. Penanganan medis yang tepat dan cepat
dapat memperlambat terinfeksinya daya tahan tubuh oleh HIV

Saat
ini ada anomali yang menyedihkan di masyarakat, mereka salah menilai
terhadap HIV/AIDS, masyarakat kurang paham bahwa penyakit ini bisa
menulari siapa saja. Bukan saja pecandu narkoba dan penjaja seks
komersial yang rentan terhadap penyakit ini. Orang baik-baik juga
bisa terjangkit. Di sisi lain, masyarakat tidak memiliki wawasan yang
cukup dan tidak melihat secara objektif terhadap seseorang yang sudah
terjangkit HIV/AIDS.

Untuk
itulah, kampanye-kampanye kepedulian terhadap HIV/AIDS perlu
dimatangkan lagi, sehingga dapat terserap oleh masyarakat.
Program-program pemerintah untuk memberantas Narkoba dan
meminimalisasi tempat-tempat prostitusi yang memang kalau ingin jujur
merupakan lumbungnya penyakit HIV/AIDS perlu dijalankan secara
konsisten jikalau kita ingin memutuskan mata rantai penyakit ini.
Bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati?

[Menyambut Hari AIDS Sedunia pada tanggal 01 Desember 2004, pernah dikirimkan ke Prokon Aktivis Jawapos]

| DAMAI UNTUK ACEH

Friday, April 1st, 2005

Sekeping Langkah - CurrentAffairs, Damai Untuk Aceh

Karena
anak-anak Aceh tak perlu menderita berkepanjangan

ingatlah kami,

anak-anak Aceh yang selamat dari
gempa dan tsunami

Persis 100 hari lalu pekan ini,
gempa dan tsunami besar melanda daerah kami. Musibah itu
menewaskan lebih 220.000 manusia; salah satu tragedi kemanusiaan
terbesar abad ini. Tapi, 220.000 hanyalah angka. Hanya statistik.

Ingatlah wajah kami…

Setiap orang Aceh yang tewas
adalah tragedi bagi kami. Mereka ayah, ibu, kakak, adik, paman, bibi,
kakek, nenek dan sahabat-sahabat kami. Kami bersyukur selamat dari tsunami. Tapi, haruskah kami menelan musibah lain yang umurnya lebih
tua dari tsunami: konflik bersenjata antara Gerakan Aceh Merdeka
(GAM), Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Pasukan Brimob?

Haruskah?

Setelah tsunami kami mungkin
punya rumah baru, yang lebih bagus, kota-kota baru, yang lebih
mentereng. Tapi, jika tembak-menembak tak berhenti, kami tetap tak
bisa bersekolah dan bermain dengan damai. Anda bisa membantu kami keluar
dari "tsunami" lain. Tsunami peluru. Tsunami kebencian. Dan
tsunami ketakutan.

PERDAMAIAN
adalah
sumbangan terpenting bagi kami sekarang….

1
Agar kami bisa
sekolah dan bermain, tanpa takut sewaktu-waktu mengungsi karena
tembak-menembak GAM dan TNI/Brimob

2 Agar ayah dan ibu
kami bisa mendidik dan membesarkan kami, tanpa takut intimidasi GAM
dan TNI/Brimob

3
Agar ayah dan
ibu kami bisa bertani, berladang dan mencari ikan di laut, tanpa
takut  razia oleh GAM maupun TNI/Brimob

4
Agar paman dan
bibi kami bisa berbisnis, membuka kios, menyelenggarakan toko, tanpa
takut terkena peluru nyasar GAM maupun TNI/Brimob

5
Agar ayah
teman-teman kami bisa mendirikan pabrik, mengusahakan perkebunan,
tanpa takut dituduh antek-GAM atau antek-TNI/Brimob

————–

Anda
bisa membantu meneriakkan perdamaian bagi kami,
anak-anak Aceh.

[Kampanye damai dan Solidaritas untuk Aceh yang di lakukan oleh www.penaindonesia.com]